Jumat, 24 Oktober 2008

Kelebihan Kalori Bisa Merusak Otak!


Makan secara berlebihan membuat otak jadi rusak, sehingga menyulut rangkaian kerusakan yang dapat mengakibatkan diabetes, sakit jantung dan penyakit lain, kata beberapa peneliti AS, Kamis.

Makan terlalu banyak tampaknya mengaktifkan jalur sistem kekebalan tubuh yang biasanya tak aktif di otak, dan mengerahkan sel kekebalan untuk menyerang dan merusak penyerang yang tak ada di sana, kata Dongsheng Cai dari University of Wisconsin-Madison dan rekan-rekannya.

Temuan tersebut, yang dilaporkan di jurnal Cell, dapat membantu menjelaskan mengapa kegemukan mengakibatkan demikian banyak penyakit yang beragam. Itu juga dapat menawarkan cara untuk mencegah kegemukan itu sendiri.

"Jalur ini biasanya ada tapi tak aktif di otak," kata Cai dalam satu pernyataan.

Kegemukan adalah masalah global yang terus berkembang. Sebanyak 1,8 miliar orang diperkirakan memiliki kelebihan berat badan atau kegemukan pada 2007. Obat-obatan yang sejauh ini dipasarkan untuk memerangi kegemukan hanya memiliki keberhasilan terbatas dan, seringkali, menimbulkan dampak samping yang parah.

Tem Cai melakukan percobaan pada tikus, dalam upaya menjelaskan berbagai studi yang telah memperlihatkan bahwa kegemukan mengakibatkan radang kronis di seluruh tubuh. Radang itu ditemukan di sejumlah penyakit yang berkaitan dengan kegemukan, termasuk sakit jantung dan diabetes.

Semua itu terkumpul pada zat yang dikenal dengan nama IKKbeta/NK-KappaB. Sel-sel kekebalan tubuh seperti 'macrophages' dan 'leukocytes' memanfaatkannya tapi tim Cai mendapatinya di dalam 'hyphothalamus', bagian otak yang berhubungan dengan metabolisme pada tikus dan manusia.

"Hyphothalamus adalah 'markas' bagi pengaturan energi," tulis mereka. Mereka mendapati sangat banyak zat di sana, tapi itu biasanya tak aktif.

Ketika mereka memberi tikus makanan berkadar lemak tinggi, zat itu menjadi sangat aktif. Dan ketika zat tersebut aktif, badan mengabaikan isyarat dari 'leptin', hormon yang biasanya membantu mengatur nafsu makan, dan insulin, yang membantu mengubah makanan jadi energi.

Merangsang IKKbeta/NK-kappaB membuat tikus makan lebih banyak, sementara menekannya membuat hewan tersebut makan lebih sedikit. Cai percaya timnya telah menemukan tombol utama bagi bermacam penyakit yang disebabkan oleh makan berlebihan.

"Hyphothalamik IKKb/NF-kB dapat mendasari seluruh keluarga penyakit modern yang disebabkan oleh kelebihan gizi dan kegemukan," tulis timnya.

Cai tak mengetahui mengapa zat itu akan berada di otak dan di sistem kekebalan tubuh tapi menduga zat tersebut berkembang sudah lama di dalam tubuh makhluk primitif yang tak memiliki sistem kekebalan tubuh yang sama canggihnya dengan hewan modern, termasuk tikus dan manusia.

"Itu diperkirakan memainkan peran dalam membimbing daya tahan kekebalan tubuh," kata Cai dalam suatu wawancara telepon. "Di dalam masyarakat saat ini, jalur ini digerakkan oleh bermacam tantangan lingkungan hidup, kelebihan gizi."

'Melumpuhkan' gen tersebut dengan menggunakan rekayasa genetika membuat tikus makan secara normal dan mencegah kegemukan. Itu tak dapat dilakukan pada manusia tapi Cai percaya satu obat, atau bahkan terapi gen, mungkin berhasil.

Dengan terapi gen, satu virus atau yang lain yang disebut 'vector' digunakan untuk memperbaiki DNA ke dalam tubuh, tapi pendekatan tersebut masih bersifat percobaan

Puasa Bikin Panjang Umur!


Anda tahu rahasia dari hidup yang lebih sehat dan panjang umur? Jelas-jelas itu bukan botox. Ada satu cara yang lebih mudah dan murah daripada itu, yaitu berpuasa!

Hal ini menarik untuk diperhatikan, karena berpuasa selama ini lebih dilihat sebagai suatu ritual keagamaan, tetapi penelitian ilmiah juga memberikan jaminan keuntungan dari puasa. Mengurangi tubuh Anda dari asupan makanan akan bisa membantu tubuh.

Dr. Ray Walford, peneliti terkenal dari UCLA mengatakan,"Mengurangi makan sejauh ini adalah satu-satunya metode yang kami ketahui secara konstan memperlambat proses penuaan."

Suatu ungkapan kuno dari Yunani mengatakan, "Daripada menggunakan obat-obatan, berpuasalah". Dalam ajaran agama Kristen, Yesus mengatakan untuk berpuasa selama 40 hari dalam suatu meditasi. Sedang pada umat muslim di seluruh dunia selalu berpuasa selama 30 hari setiap tahunnya selama bulan suci Ramadan.

Kita selalu dinasehati ketika sakit, yang terbaik haruslah tetap makan agar bisa menjaga tenaga kita. Sebenarnya, kenyataannya bukan itu. Jika seorang yang sakit benar-benar berpuasa, tenaga yang lebih banyak akan tersedia untuk membantu untuk memerangi penyakit karena tubuh dibebastugaskan dari tugas mencerna makanan.

Energi yang dibutuhkan untuk mencernakan makanan sangatlah besar. Selalu ada nasehat agar tidak berenang setelah makan atau kalau tidak dituruti kita akan kram di dalam air. Contoh lain yaitu dalam festival seperti Thanksgiving ketika orang-orang makan seperti tidak ada hari esok. Setelah makan sebanyak itu, akan terasa bertenaga atau lelah? Contoh yang mudah yaitu ketika makan besar sebelum tidur, ketika bangun akan terasa sangat lelah. Alasannya semua di sini sangat mudah, mencerna makanan membutuhkan energi yang sangat besar.

Ketika Anda berpuasa, semua energi yang ada akan difokuskan untuk mengeliminasi racun yang ada dalam badan. Sayangnya hanya binatang dan bayi yang tetap punya insting alami ini ketika sakit dan menolak untuk makan.

Penelitian pada keuntungan berpuasa

Dr. Ray Walford, peneliti terkenal dari UCLA mengatakan,"Mengurangi makan sejauh ini adalah satu-satunya metode yang kami ketahui secara konstan memperlambat proses penuaan dan memperpanjang jangka waktu maksimum hidup dari hewan berdarah panas. Penelitian ini tidak diragukan lagi juga dapat dipakai untuk manusia karena berlaku untuk setiap spesies yang selama ini diteliti."

Penelitian itu juga menyimpulkan kalau membatasi masuknya makanan dalam tubuh akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat kemunduran fisiologis tubuh.

Berpuasa pada intinya adalah suatu metode untuk memberi suatu hari libur pada sistem pencernaan sehingga proses pemulihan dapat dijalankan.

Ahli kesehatan menyarankan berpuasa sehari dalam satu bulan, bahkan untuk orang yang sehat. Bagi kaum muslim dianjurkan untuk berpuasa dua kali dalam seminggu sebagai tambahan dari puasa wajib selama 30 hari dalam setiap tahunnya.

Penelitian demi penelitian telah menunjukkan cara terpasti untuk memperpanjang umur adalah dengan mengurangi jumlah makanan yang dimakan.

Sebagai contoh sebuah penelitian di Universitas Cornell oleh Dr. Clive McCay. Dia memakai tikus sebagai objek penelitian. Dengan mengurangi separuh jumlah makanannya, telah berhasil menduakalikan masa hidupnya. Penelitian lain di Universitas Texas yang melibatkan 3 grup tikus, juga menghasilkan catatan menarik. Grup pertama, makan sebanyak yang mereka mau. Grup kedua, jatah makannya dikurangi sampai lebih dari separuh. Grup ketiga, bisa makan semaunya tetapi asupan proteinnya dikurangi sampai separuh. Hasil menakjubkan diperoleh. Setelah lebih dari 2 tahun, hanya 13% dari tikus pada grup pertama yang masih hidup. Pada grup kedua di mana jumlah makanan yang masuk dikurangi setengahnya, 97%-nya masih hidup. Di grup ketiga, hanya separuhnya yang masih tersisa.

Pesan di sini cukup sederhana, "Makanlah lebih sedikit, maka Anda akan hidup lebih lama." Jagalah perut Anda maka dia akan menjaga Anda. Jadi jangan ragu lagi untuk berpuasa!

Cantik Tanpa Kurus


Isu mengenai berat badan ideal selalu menjadi pembicaraan di kota metropolis seperti Jakarta. Bagi yang memiliki berat badan berlebih, menurunkan berat badan agar kelihatan langsing merupakan kewajiban agar "diterima" dalam lingkungan sosialnya. Tidak jauh beda dengan si kurus, segala cara akan diusahakan untuk bisa mencapai tubuh berisi yang seksi, mulai dari makan makanan dengan karbohidrat tinggi sampai dengan terapi suntik hormon yang dapat menguras isi kantong. Semuanya ini dilakukan agar dapat memenuhi standar penampilan fisik yang aduhai.

Zaman dulu, kurus menjadi icon dan parameter bentuk tubuh ideal untuk seorang model yang berjalan di atas panggung catwalk, sehingga banyak orang menjadi terobsesi menjadi kurus. Nah, sekarang kurus tidak lagi menjadi tren. Banyak orang (baca:wanita) justru cenderung merindukan bentuk tubuh yang berisi dan berlekuk. Coba deh bandingkan antara bentuk tubuhnya Kate Moss dengan Jennifer Lopez. Sebagian besar kaum adam mengaku body seksi seperti J-Lo lebih menarik ketimbang paras wajah. Tentu saja fisik yang berisi dan seksi bukanlah menjadi satu satunya faktor penentu dalam memperoleh pekerjaan atau mendapatkan pasangan, tetapi hal ini dapat memupuk kepercayaan diri kita untuk bisa berkarya sebaik mungkin.

Seperti yang terjadi pada Novy, mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dengan tinggi 171 cm dan berat hanya 43 kg, Novy sangat tidak percaya diri untuk melakukan fashion experiment. Dengan fisik yang sangat kurus, Novy selalu mendapat masalah dengan pakaiannya. Sering kali Novy harus menjahit ulang celana atau rok, dan bahkan merapatkan baju dengan peniti agar bisa pas melekat di badan. Rasa kurang percaya diri ini semakin berkembang tatkala Novy melihat rekan rekan wanitanya bisa mengenakan model baju stretch tank top ataupun backless. Agaknya prestasi Novy dalam menaikkan berat badan tidak secemerlang prestasi akademiknya di kampus.

Dalam kesehariannya Novy selalu berusaha untuk menaikkan berat badannya dengan banyak cara. Mulai dari minum jamu gendong, tablet herbal penggemuk badan, suntik hormon, melipatgandakan porsi makan, sampai ngemil di malam hari. Semua usaha tersebut tidak memberikan hasil maksimal. Berat badan Novy hanya naik 1 kg dan bertahan dalam hitungan 1 bulan untuk kemudian turun kembali ke angka awal.

Sampai akhirnya seorang teman menyarankannya untuk rutin minum susu. Ini bukan susu sembarangan, melainkan Appeton Weight Gain (AWG), susu impor dari Perancis yang diformulasikan khusus untuk membantu meningkatkan berat badan secara alami dan sehat. Semula Novy ragu, namun setelah sang teman menjelaskan bahwa produk yang dimaksud merupakan produk yang berkualitas tanpa efek samping, maka Novy pun tak urung tertarik untuk mencobanya.

Alhasil, dalam waktu 2 bulan mengkonsumsi 1 gelas susu di waktu pagi, siang dan sore, perubahan positif mulai nampak pada fisik Novy. Selama proses tersebut, Novy tidak sedikitpun mengurangi pola makan 3 kali sehari sehingga secara bertahap namun pasti, tubuh kerempengnya mulai berisi. Yang paling menggembirakan adalah pencapaian berat badan tersebut tidak bersifat yo-yo alias turun lagi.

Rahasianya terletak pada efektivitas AWG dalam membantu meningkatkan penyerapan protein sehingga dapat memacu pertumbuhan jaringan tubuh. Dengan PER dan biovabilitas yang tinggi, AWG dapat meningkatkan penyerapan protein sehingga jaringan tubuh dapat terbentuk. Berkat AWG, Novy kini tak lagi minder untuk bisa tampil menawan dengan kebaya saat pesta wisuda.

Dengan AWG, raih kesuksesan sempurnamu!

Tertawa Memperpanjang Usia Anda!



Mehmet C. Oz, M.D., sebagai seorang ahli bedah jantung di New York-Presbyterian Hospital dan di Columbia University Medical Centre, New York, seringkali harus memberikan kabar buruk kepada pasien ataupun keluarga yang menunggu. Salah satu cara yang dia gunakan untuk meringankan beban adalah dengan menggunakan humor.

Humor adalah alat bantu yang sangat kuat. Humor membantu pasien mengatasi ketakutan yang mereka hadapi, dan membantu agar mereka juga merasa lebih baik. Banyak sekali data yang menunjukkan bahwa pasien yang menderita depresi setelah operasi jantung memiliki tingkat kematian yang tinggi, sedangkan pasien yang optimis memiliki infeksi luka yang lebih sedikit. Tawa dapat memperkuat optimisme, dan tawa benar-benar obat terbaik.

Tawa mengurangi rasa takut. Banyak orang takut akan tubuh mereka sendiri, dan humor dapat membuka dan menghancurkan hambatan ini, dan membawa ketakutan yang ada pergi. Mehmet pernah harus mengatakan kepada para pasien bahwa akan ada kemungkinan kemampuan belajar mereka akan sangat berkurang setelah operasi dilakukan. Mereka ketakutan, takut akan kemungkinan terburuk, jadi dia mencoba bercanda dan mengatakan bahwa efek yang terjadi sih nggak jauh dari sekedar lupa pelajaran SD kelas dua. Banyak orang mengerti apa artinya, dan membuat hal itu tidak tampak mengerikan lagi buat mereka.

Tawa membantu untuk meyakinkan. Setelah operasi, banyak pasien yang akan berkata: "Dok, dada saya sakit sekali," dan Mehmet pun akan menjawab, sambil mengedipkan mata saya akan menjawab, "Ooo rasanya kaya dada kamu abis dibuka, terus ada orang yang macam-macam di dalem kan?" kemudian tertawa. Hal ini meyakinkan mereka bahwa rasa sakit yang mereka alami sangat normal dan mereka akan baik-baik saja.

Tawa membuat Anda merasa rileks. Prosedur medis semacam pembedahan sangat membuat Anda stres. Ketika Anda memaksa salah satu anggota badan anda mencapai maksimal, terkadang akan ada sedikit selip di sana sini. Sehingga akan muncul detak jantung yang kacau, tekanan darah meningkat, dan sensitifitas terhadap rasa sakit akan meningkat pula. Pada saat Anda tertawa, sistem syaraf yang ada akan secara otomatis menurunkan tingkat stres yang ada, sehingga jantung akan rileks, dan detak jantung kembali normal.

Tawa membantu dokter Anda. Bayangkan jika Anda harus membawa berita buruk terus-terusan. Bagi banyak dokter, cara mengatasi ketegangan ini adalah dengan membuang sisi kemanusiaan mereka. Humor pada umumnya akan membantu Anda mengatasi hal ini, dan humor akan membuat Anda menikmati hidup!

Jadi, sudahkah Anda tertawa hari ini?