Senin, 25 Agustus 2008

Tekanan Darah Tinggi Bisa Sebabkan Hilang Ingatan


Orang tua yang menderita tekanan darah tinggi lebih mungkin untuk mengalami gangguan berpikir dan belajar yang dapat mengarah kepada penyakit hilang ingatan, kata beberapa peneliti.

Tekanan darah tinggi berkaitan dengan salah satu dari dua jenis kerusakan daya ingat ringan, kondisi yang dapat memberi tanda mengenai perkembangan hilang ingatan, tapi bukan jenis yang berhubungan sangat erat dengan penyakit Alzheimer, demikian suatu studi yang disiarkan di jurnal Archives of Neurology.

Orang yang mengalami kerusakan ringan daya ingatan dapat mengalami kesulitan bahasa, ingatan, masa perhatian atau fungsi mental lain yang cukup penting untuk menarik perhatian orang lain dan terdeteksi dalam pemeriksaan. Satu jenis sangat mempengaruhi ingatan, dan jenis lain tidak.

Penurunan itu tak cukup untuk mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan orang bersangkutan tak memperlihatkan gejala lain hilang ingatan.

Orang tua yang terserang darah tinggi dalam studi itu seringkali memiliki suatu bentuk penurunan ringan daya ingatan yang dapat menjadi pendahuluan bagi gangguan pembuluh darah, bentuk kedua paling umum kehilangan daya ingatan setelah serangan Alzheimer. Gangguan tersebut seringkali berhubungan dengan stroke. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko stroke.

"Kelihatannya tekanan darah tinggi mengarah kepada penurunan daya ingatan yang sebenarnya bukan penurunan ingatan sesungguhnya, tapi penurunan fungsi lain daya ingatan. Terutama, kemampuan berbahasa dan kemampuan untuk melaksanakan tugas serupa,” kata Dr. Christiane Reitz dari Columbia University Medical Center di New York, salah seorang peneliti tersebut, dalam suatu wawancara telpon.

Para peneliti itu menelusuri 918 orang di New York, yang rata-rata berusia 76 tahun dan mengalami penurunan ringan kognitif ketika mereka memasuki studi dari 1992 hingga 1994.

Mereka diberi ujian fisik dan kognitif ketika mereka memulai studi tersebut, kemudian diperiksa ulang sekitar setiap 18 bulan. Perkembangan mereka dipantau selama rata-rata 4,5 tahun. Selama masa itu, 334 di antara mereka mengalami penurunan daya ingatan.

Mereka yang menderita tekanan darah tinggi memiliki resiko 40% lebih tinggi untuk mengalami penurunan kognitif ringan, dan, terlebih lagi, 70% lebih mungkin untuk mengalami bentuk "non-amnestik" --yang tak melibatkan gangguan ingatan lebih besar.

"Semua temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan dan perawatan tekanan darah tinggi mungkin memiliki dampak penting dalam mengurangi resiko penurunan daya ingatan," tulis para peneliti itu.

Penelitian terdahulu tak membuat kesimpulan mengenai hubungan antara tekanan darah tinggi dan penurunan ringan daya ingatan atau gila, kata mereka.

Studi lain yang dipusatkan pada konsekuensi kesehatan dari tekanan darah tinggi disiarkan di jurnal Archives of Internal Medicine. Para peneliti tersebut menelusuri sampel perwakilan nasional dari 4.646 orang dewasa.

Sebanyak tiga-perempat orang yang diteliti dan memiliki kondisi seperti sakit jantung koroner, stroke, diabetes atau penyakit lain yang meningkatkan resiko komplikasi sakit jantung juga memiliki tekanan darah tinggi, kata studi tersebut

Senin, 11 Agustus 2008

Diet Picu Resiko Kanker Payudara dan Indung Telur



Satu penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki pola makan yang terdiri dari daging dan aneka produk hasil ternak, seperti susu, telur dan produk olahannya, dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Sementara mereka yang banyak menerima asupan makanan yang tinggi seratnya, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian, juga memperlihatkan resiko rendah terkena kanker indung telur.

Hasil penemuan tersebut dipublikasi dalam majalah kedokteran 'The International Journal of Cancer' yang mengaitkan antara peran pola makan bagi resiko terkena kanker pada kaum hawa.

Asupan dengan kandungan alkohol tinggi secara konsisten memiliki kaitan dengan resiko tinggi kanker, namun apabila dikaitkan dengan pola makan lainnya maka ditemukan sejumlah hasil yang dapat berbeda satu sama lainnya," kata Dr. Valeria Edefonti dari University of Milan.

Dari sejumlah penelitian dikatakan bahwa wanita yang mengkonsumsi daging merah atau aneka produk olahan daging akan memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, namun penelitian lainnya menemukan sebaliknya tak ada kaitan antara daging merah dan aneka daging yang telah diproses dengan penyakit kanker.

Lemak jenuh yang ditemukan sebagian besar pada makanan kandungan protein hewani dikatakan memiliki kaitan erat dengan kanker payudara namun disejumlah penelitian lainnya hasilnya bertentangan sama sekali.

Sementara sebagian peneliti lainnya menganjurkan pola makan yang merupakan kombinasi dari pertimbangan gizi dengan apa yang disukai masing-masing individu.

Dalam penelitiannya Edefonti dan rekan rekannya mengkases ke pola makan 3.600 wanita yang menderita kanker payudara dan indung telur dan membandingkannya dengan 3.413 wanita yang sehat. Berdasarkan pada jawaban maka peneliti menemukan empat kelompok pola makan.

Kelompok satu kelompok penganut pola 'protein hewani', yaitu mengkonsumsi daging merah dalam jumlah banyak, lemak jenuh, zink, kalsium serta sejumlah tertentu makan bergizi lainnya.

Kelompok kedua adalah kelompok yang memilki pola makan kaya akan "vitamin dan serat", yang kaya akan vitamin C, beta carotene dan gizi lainnya yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayur-sayuran.

Kelompok dengan pola makan "lemak tak jenuh" yang berisi kandungan tinggi dari minyak sayur dan minyak ikan selain itu juga vitamin E. Sementara kelompok terakhir adalah kelompok dengan pola makan yang kandungan karbohidrat tinggi protein nabati dan sodfium.

Dari keseluruhannya peneliti menemukan kelompok yang mengkonsumsi atau memiliki pola makan kaya akan vitamin dan kaya akan serat adalah kelompok dengan resiko kanker indung telur yang paling rendah dibandingkan dengan kelompok dengan pola makan nya rendah vitamin dan rendah serat.

kelompok wanita yang menganut pola makan "lemak tak jenuh" memiliki resiko paling rendah terhadap kanker payudara sementara yang mengkonsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi memiliki resiko terkena kedua jenis kanker tersebut.

Dalam sarannya umumnya para dokter menyarankan agar kita mengurangi makan daging merah makanan mengandung lemak jenuh dan perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan, keluarga gandum dan padi-padian, serta mengkonsumsi lemak tak jenuh

Merokok Kurangi Kecerdasan


Para perokok, khususnya mereka yang masih dalam pertengahan usia dewasa, cenderung memiliki kelemahan dalam hal ingatan dan nalar berpikir (kecerdasan) dari pada mereka yang tidak merokok. Ini merupakan alasan lain mengapa kita tidak harus merokok.

Para peneliti Prancis menyebutkan, data yang dikumpulkan dari 5.000 warga Inggris, ditemukan bahwa mereka yang merokok lebih rendah tingkat ingatan, bernalar, kosakata, dan juga kecakapan verbalnya, daripada mereka yang tidak merokok.

Penelitian itu juga menemukan bahwa merokok sangat berhubungan dengan penurunan mental pada usia muda, seperti halnya juga mempengaruhi kerapuhan fisiknya di kemudian hari.

Penelitian yang dilaporkan pada Senin (9/6) kemarin menyimpulkan bahwa kebiasaan merokok yang dilakukan pada usia muda sangat berhubungan dengan penurunan tingkat memori dan kemampuan bernalar.

Demikian dilaporkan Severine Sabia dan koleganya dari Institut Kesehatan Nasional dan Penelitian Medis di Villejuif, Prancis.

Dibandingkan dengan para perokok, mereka yang mengaku tidak merokok biasanya memiliki kebiasaan hidup sehat, seperti tidak mengkonsumsi alkohol atau mengurangi konsumsi minuman beralkohol, lebih aktif secara fisik, makan banyak buah dan sayur, dan lain-lain.

Penelitian itu dilakukan terhadap para pemuda usia 35 sampai orang dewasa usia 55 tahun selama 17 tahun.

Bagaimana, masih ingin terus merokok?

10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah


Anda penderita Diabetes? Jika kadar gula darah Anda bermasalah, tak ada salahnya mencoba 10 bahan berikut yang membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitifitas insulin, menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, dan beberapa manfaat lain.

1. Gymnema Sylvestre
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 200 - 250 miligram per hari



Nama Hindi tumbuhan ini berarti 'penghancur gula', dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.

2. Pare
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 50 - 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari



Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.

3. Magnesium
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 250 - 350 miligram per hari



Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyebab diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi insulin.

4. Prickly Pear Cactus (Daging buah kaktus)
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gram rebusan kaktus per hari.



Buah matang dari kaktus ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.

5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)
Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf
Dosis umum: 270 - 540 milligrams sekali per hari



Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes

6. Chromium (Krom)
Fungsi utama: Menurunkan kadar gula
Dosis umum: 200 mikrogram per hari.

Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.

7. Bilberry
Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf
Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari.



Saudara blueberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah

8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)
Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah
Dosis umum: 600-800 miligram per hari.

Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal bebas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.

9. Fenugreek
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari.



Biji-bijian yang digunakan sebagai bumbu masakan India ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asam amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.

10. Ginseng
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari.



Dikenal karena kemampuannya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen.

Tak ada salahnya Anda mencoba suplemen alami tersebut, tapi ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang-bunga lagi uang Anda. Salam sehat

Waspadai Demensia Alzheimer, Kenalilah Gejalanya Sejak Dini


Demensia Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia atau kepikunan akibat degenerasi otak yang tersering ditemukan dan paling ditakuti.

Demensia yang disebabkan oleh alzheimer, biasanya diderita oleh pasien usia lanjut dan merupakan penyakit yang tidak hanya menggerogoti daya pikir dan kemampuan aktivitas bagi penderitanya, namun juga menimbulkan beban bagi keluarga yang merawatnya.

Meski deteksi dan penanganan demensia alzheimer sejak dini dapat menekan dampak gangguan kesehatan yang diakibatkannya, namun gejala awal dari penyakit itu masih sering diabaikan.

Pasien dan keluarga pasien sering kali kurang menaruh perhatian pada gejala yang timbul serta menyangkal kondisinya sendiri. Padahal kegagalan mendiagnosis dini dapat mengakibatkan penanganan yang tidak tepat dan memberikan beban tambahan berupa beban ekonomi, sosial dan emosi pada penderita dan keluarga.

Demensia alzheimer merupakan keadaan klinis seseorang yang mengalami kemunduran fungsi intelektual dan emosional secara progresif sehingga mengganggu kegiatan sosial sehari-hari.

Gejalanya dimulai dengan gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan, kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan dan berbahasa, gangguan pengenalan waktu dan tempat, kesulitan mengambil keputusan yang tepat, kesulitan berpikir abstrak, sering salah meletakkan barang, perubahan tingkah laku, perubahan kepribadian serta kehilangan inisiatif.

Gangguan yang terjadi akibat proses degenerasi sel-sel neuron otak di area temporo-parietal dan frontalis itu juga ditandai dengan gangguan perilaku seperti agresif (menjadi galak, kasar, tidak jarang menyerang secara fisik).

Gejala lain, orang tersebut sering gelisah, suka menimbun barang, sering berteriak pada tengah malam, kekhawatiran, delusi, sikap impulsif dan kecenderungan mengulang-ulang pertanyaan.

Setelah gejala awal ini terdeteksi sebaiknya yang bersangkutan segera berkonsultasi dengan dokter supaya bisa segera didiagnosis jenis gangguannya dan diobati sesuai dengan tingkat keparahan gangguannya.

Dalam pengobatan demensia alzheimer, diagnosa dini yang diikuti pengobatan dini secara berkelanjutan dan menetap akan memberikan manfaat yang bermakna bagi pasien dan keluarga.

Anamnesis yang teliti harus meliputi riwayat medik umum, riwayat neurologis, riwayat neurobehavior, riwayat pemakaian obat-obatan, riwayat psikiatris dan riwayat keluarga.

Menurut panduan dari American Academy of Neurology (AAN) untuk penanganan demensia obat yang digunakan dalam penanganan demensia alzheimer merupakan obat asetilkolinesterase inhibitor, vitamin, antioksidan dan donepezil.

Di samping terapi obat, juga perlu terapi non farmakologis, yakni rehabilitasi medik, psikoterapi, terapi bicara dan terapi okupasional juga diperlukan dalam penanganan demensia alzheimer.

Selain itu, untuk menunda kemunduran kognitif penderita demensia harus menjalankan perilaku hidup sehat dan `stimulasi otak` sedini mungkin. Stimulasi otak ini bisa dilakukan dengan tetap melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

Aspek lain yang juga memegang peranan penting dalam penanganan demensia alzheimer adalah keperawatan. Tindakan keperawatan pada pasien dengan demensia alzheimer sebaiknya dilakukan dengan membina hubungan saling percaya.

Selain itu, dengan menciptakan lingkungan yang terapeutik (tenang, tidak bising, sejuk, aman, warna dinding kamar teduh), reorientasi WTO (waktu, tempat, orang) serta memberi perhatian cukup, termasuk dengan memenuhi kebutuhan dasar, menepati janji, empati dan melakukan kontak dengan pasien singkat tapi sering.

Merawat penderita demensia Alzheimer tidak mudah, tapi bisa dilakukan. Pemahaman yang cukup tentang penyakit ini, kesiapan mental dan motivasi untuk berbagi merupakan modal utama dalam memberikan asuhan. Kasih sayang dan perhatian merupakan pintu masuk untuk memberikan asuhan yang utuh dan menyeluruh sehingga penderita merasa aman dan nyaman.

Fakta Penderita Demensia ALzheimer

Menurut data Asia Pasifik tahun 2006, jumlah orang yang menderita demensia di wilayah Asia Pasifik pada 2025 diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat dan peningkatan ini akan lebih cepat dibandingkan dengan yang terjadi di negara-negara barat. Sementara di dunia, pada tahun 2040 jumlah penderita demensia diperkirakan menjadi sekitar 80 juta orang.

Guna menekan dampak sosial ekonomi demensia alzheimer, upayakan peningkatan kepedulian terhadap demensia alzheimer. Upaya itu antara lain dilakukan melalui kegiatan kampanye yang dilakukan setiap peringatan Hari Alzheimer Sedunia pada 21 September.

Tahun 2008, kampanye peringatan Hari Alzheimer Sedunia mengambil tema No Time To Lose, yang artinya adalah tidak ada waktu yang terbuang percuma bagi lansia.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membangun kepedulian akan kesehatan lansia di Indonesia, terutama untuk kesehatan otak mereka, mengingat jumlah lansia di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.

Karena itu, waspadailah gejala penyakit ini dan bersiaplah untuk mengantisipasinya

Faktor Genetika Tingkatkan Resiko Kecanduan Merokok



Bagi kebanyakan orang, pengalaman pertama menghisap rokok membuat mereka mual, batuk dan tanda lain dari otak yang menyatakan, "Berhentilah. Ini gagasan buruk." Tetapi bagi sebagian orang, pengalaman itu malah membawa gelombang kenikmatan.

Orang-orang yang berada dalam kelompok kedua kelihatannya memiliki jenis gen yang bukan hanya meningkatkan resiko kecanduan mereka, tapi telah 'terlibat' dalam perkembangan kanker paru-paru, kata beberapa peneliti.

"Jika Anda memiliki varian ini, Anda akan menyukai pengalaman paling awal dengan rokok," kata Ovide Pomerleau dari University of Michigan Medical School, yang penelitiannya disiarkan di dalam jurnal 'Addiction'.

Pomerleau mengatakan, temuan tersebut menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, merokok sekalipun hanya satu batang adalah gagasan buruk. "Ini perangkap," katanya dalam wawancara telepon.

"Apa yang tak mereka sadari ialah jika mereka memiliki jenis susunan gen ini, mereka berada di jalur menuju ketergantungan," katanya. Dan itu meningkatkan resiko mereka untuk terserang kanker paru-paru.

Penelitian tersebut adalah bagian dari pemahaman yang meningkat mengenai faktor genetika yang terlibat dalam kecanduan nikotin dan kanker paru-paru.

Beberapa tim ilmuwan melaporkan pada awal pekan ini bahwa perokok yang memiliki perubahan tertentu dalam tiga gen reseptor nikotin, yang mengendalikan lema (entry) nikotin ke dalam sel-sel otak, lebih mungkin untuk terserang kanker paru-paru dibandingkan dengan perokok lain.

Pekan ini, beberapa peneliti Kanada mengatakan bahwa dengan memanipulasi reseptor bagi bahan kimia 'depomine', mereka dapat mengendalikan tikus mana dalam satu studi menikmati pajanan pertama mereka terhadap nikotin dan tikus mana yang tak menolaknya.

Pomerleau mengatakan bidang itu mungkin dapat segera mengarah kepada perawatan baru bagi pecandu nikotin dan percobaan untuk menilai resiko dari kecanduan nikotin. Rokok mengakibatkan sembilan dari 10 kasus kanker paru-paru, penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di seluruh dunia dan penyebab utama kedua kematian pada perempuan.

Menyiapkan Ruang Yang Asyik Untuk Bercinta


Mungkin tidak banyak yang peduli bahwa sebuah ruangan tempat kita

memadu kasih bisa sangat memengaruhi kenyamanan, bahkan kenikmatan saat bercinta. Ruangan bisa memberi aura psikologis yang luar biasa ketika segala sesuatunya mendukung.

Intimasi sangat dipengaruhi tidak sekedar faktor internal pasangan, tetapi juga faktor eksternalnya. Artinya, kualitas hubungan (yang bisa sama-sama dinikmati pasangan) sebenarnya juga dipengaruhi oleh bagaimana situasi lingkungan kita saat kita hendak melakukan hubungan percintaan.

Nah, situasi lingkungan ini terkait bagaimana kita menyiapkan ruang yang tepat dan dalam situasi yang tepat.

Berikut ini ada beberapa catatan penting yang berkaitan dengan bagaimana kita menyiapkan sebuah ruang yang asik dan nyaman untuk bercinta. Alhasil, dengan langkah-langkah yang akan kita lakukan dalam menyiapkan ruang bercinta ini akan mendukung totalitas kita dalam bercinta. Akhirnya, diharapkan masing-masing pasangan bisa sama-sama merasa puas.

Pertama, kita harus memilih dulu di mana kita akan melakukan hubungan seksual itu, di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar mandi, di kamar, atau di taman?

Kita pilih saja di ruang tamu, misalnya. Di situ harus kita siapkan benar bagaimana setting ruangan sehingga ketika kita dan pasangan memasuki ruangan ini saja kita sudah disuguhi oleh tata ruang yang baik, dengan kelengkapan pendukung yang menarik.

Pokoknya, dari sisi pandangan ruangan itu harus betul-betul menarik. Misal, bagaimana gorden yang menutup jendela bisa kelihatan sesuai dengan ruangan yang ada. Bagaimana memilih kain yang menggoda, seperti kain satin sebagai alas untuk bercinta, bunga-bunga yang dirangkai dalam pot yang kita tata di atas meja, atau yang lain.

Jangan lupa juga lighting ruangan. Pencahayaan akan sangat memengaruhi kedekatan (intimasi) pasangan dalam melakukan hubungan. Pencahayaan yang kurang tepat, misalkan terlalu terang bisa memengaruhi mood untuk bercinta.

Pilihlah nuansa yang redup yang menambah citra romantis di tengah cinta yang meluap-luap.

Kedua, musik. Untuk menciptakan suasana romantis kita butuh suara-suara yang nyaman, syahdu, yang bisa membawa kita ke tempat yang lain.

Dalam memilih musik itu pun kita harus memperhatikan liriknya. Upayakan musik yang sesuai dengan lirik yang sesuai untuk situasi bercinta. Juga atur volume musik itu. Jangan terlalu keras. Pastikan Anda masih bisa mendengar suara desahan-desahan pasangan.

Ketiga, wangi-wangian. Wangi-wangian ini juga akan mempengaruhi atmosfer ruangan. Banyak cara bisa kita lakukan, misalnya dengan menyalakan lilin yang berbau wangi. Atau kita juga bisa memakai minyak wangi yang sesuai, seperti yang berbau wangi bunga-bungaan atau yang lain. Atau pilih saja wangi-wangian yang beraroma terapi. Dijamin pasti akan menambah suasana romantis dan asyik saat bercinta.

Mau mencoba? Tunggu apa lagi, cepat pulang dan segera siapkan ruangan untuk bercinta. Tapi kalau bisa jangan sampai pasangan Anda tahu dulu. Berikan surprise kepada pasangan Anda.

apa itu orgasme..?


Orgasme itu berbeda untuk masing-masing orang dan bukan hal yang aneh lagi memang sulit untuk didefinisikan. Ahli terapi seksual Paula Hall akan menjelaskan bagaimana faktor fisik dan emosi terlibat pada pria dan wanita, mengapa kualitas lebih penting daripada kuantitas dan mengapa pura-pura orgasme hanya membuang waktu saja.

Apa itu orgasme?
Pada tahun 1953 seorang ahli terapi terkenal mendefinisikannya sebagai “suatu pelepasan dasyat dari ketegangan pada syaraf dan otot". Masih banyak definisi lain, tetapi kata “ketegangan” paling banyak muncul dari semua yang ada. Yang mana hal ini berarti bahwa ketika Anda melakukan hubungan seksual, Anda akan membebaskan tubuh Anda sehingga Anda dapat merasakan kesenangan dan kepuasan untuk kembali ke aktivitas normal setelah melakukan itu. Benar-benar unik!

Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika orgasme?
Hal-hal teknis yang menciptakan tanda-tanda ini sangatlah menakjubkan.
- Jantung Anda akan memompa lebih cepat dan nafas Anda akan menjadi lebih berat untuk menyuplai otot-otot yang sudah tegang ini.
- Hormon-hormon seperti endorphin dan oxytocin akan dipompa ke sekitar otak dan tubuh Anda, yang membuat Anda merasa begitu senang.
- Darah akan dipompa ke organ seksual Anda untuk menciptakan suatu tekanan yang secara langsung membangkitkan reflek pudendal (kejangnya otot-otot dari organ seksual).
- Gerakan reflek ini akan membuat otot dasar panggul Anda akan berkontraksi sebanyak 5 sampai 15 kali dalam interval 0,8 detik. Inilah proses orgasme yang kita tahu.
- Dan yang baru saja ditemukan, yaitu adanya pergerakan reaksi pada syaraf yang melewati tulang belakang. Hal ini menjelaskan pada beberapa penderita lumpuh tulang belakang bisa merasakan orgasme.

Apa yang seharusnya dijauhkan dari suatu orgasme
Sebuah orgasme seharusnya jangan pernah dijadikan sebagai tujuan utama dari suatu hubungan seksual. Anda tetap merasa punya momen yang menyenangkan dengan pasangan, merasa bergetar, sensual, intim dan penuh cinta, walau tanpa orgasme.Yah memang itu menyenangkan, tetapi kecuali memang tujuan utama Anda adalah hamil orgasme seharusnya bukanlah menjadi satu-satunya tujuan.

Anda tidak bisa membuat seseorang mendapat orgasme. Apa yang bisa Anda lakukan, selain memberikan stimulasi fisik pada pasangan Anda yaitu menciptakan sebuah lingkungan yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang untuk mereka yang mana bisa membuat orgasme itu bisa terjadi.

Orgasme tidak melulu berkutat seputar organ seksual. Beberapa orang bahkan mengalami orgasme, tanpa disentuh organ seksualnya. Beberapa orang menggambarkan sensasi ini sebagai suatu rasa “gatal”, sedangkan pada yang lain menggambarkannya sebagai suatu rasa yang menyebar di seluruh badan.

Berpura-pura
Mengapa beberapa orang (pria dan wanita) berpura-pura orgasme? Mungkin orgasme macam ini adalah pertanda keinginan untuk menghentikan seks.

Kebanyakan orang melakukan ini untuk menyenangkan pasangannya. Mereka merasa akan mengecewakan pasangannya, kalau mereka tidak orgasme. Daripada berpura-pura, jauh lebih baik ciptakan suatu hubungan di mana jika Anda sedang tidak mood atau kehilangan momentum, Anda dapat mengatakan itu dengan jujur.

Kualitas bukan kuantitas
Kita cenderung memberi pengertian yang salah tentang orgasme pada lingkungan kita. Kebanyakan artikel tentang peningkatan kehidupan seksual lebih fokus pada meningkatkan orgasme atau membuatnya menjadi lebih sering. Tetapi intensitas dari suatu orgasme bukanlah suatu indikasi mutlak dari kepuasan seksual. Jika Anda ingin mendapat suatu orgasme, Anda dapat melakukannya sendiri. Tapi jika Anda ingin suatu kepuasan dalam kehidupan seksual, Anda perlu lebih dari itu.

Dalam terapi psikologis seksual, orang-orang akan diberitahu tentang aturan 2-6-2. Dari 10 kali hubungan seks, kemungkinan dua di antaranya akan fantastis dan membuat pikiran melayang-layang. 6 lainnya lumayan tapi tidak ada yang spesial. Dan 2 sisanya Anda berharap tidak akan diganggu.